Jurnal Tsaqqafa https://jurnal.uicirebon.ac.id/index.php/tsaqqafa <p>Jurnal Tsaqqafa</p> LP3I iaicirebon en-US Jurnal Tsaqqafa PENATAAN PENYUSUNAN MU‘JAM https://jurnal.uicirebon.ac.id/index.php/tsaqqafa/article/view/197 <p>Kamus (qamus/mu'jam/kamus) adalah kitab yang memuat daftar kosakata dan istilah, baik umum maupun khusus, yang disusun menurut abjad beserta penjelasan makna, penggunaan, pengucapan, pembentukan, padanan lain, atau bahasanya. Kamus bahasa Arab yang diterbitkan dengan berbagai variasi dan karakteristik telah menginspirasi para ahli bahasa untuk mempelajari teknik penulisan kreatif dan edukatif dengan lebih serius. Metode yang digunakan pada studi literature adalah penelitian kepustakaan (Library research) yang merupakan serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang objek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan (buku, ensikolpedia, dokumen, dan jurnal ilmiah). Dapat disimpulkan bahwa leksikografi (al-Mu'jamiyah), di sisi lain, adalah cabang linguistik terapan dan didefinisikan sebagai pengetahuan dan keterampilan membuat kamus bahasa dengan menggunakan sistematika tertentu untuk membuat produk kamus berkualitas tinggi, ramah pengguna, dan komprehensif. Kedua bidang studi ini tidak dapat dipisahkan karena tanpa leksikografi, leksikologi hanya dapat melakukan penelitian teoretis dan melakukan diskusi terkait makna tanpa mampu membuat kamus yang berkualitas.</p> Luthfiah Hakim Agus Hidayat Taupik Copyright (c) 2023 Jurnal Tsaqqafa 2023-02-27 2023-02-27 1 01 PENGERTIAN MAKNA, SIMBOL DAN ACUAN https://jurnal.uicirebon.ac.id/index.php/tsaqqafa/article/view/198 <p>Perkara yang terdapat di dalam benak disimpulkan sebagai hasil pengalaman yang diolah akal secara tepat. Hubungan antara lafal/bahasa (intra-lingual) dengan sesuatu yang ada di luar bahasa (ekstra-lingual) dikenal dengan teori <em>‘semantic tringle’ (mutsallats al- ma’na)</em>, yaitu segitiga bermakna yang menghubungkan antara 3 aspek dasar. Dalam leksikologi, keberadaan simbol merupakan objek penting yang harus dianalisis dalam mengungkap makna. Pemahaman yang tepat dari seorang leksikologi terhadap makna-makna di balik berbagai macam simbol/kata, sangat diperlukan dalam proses pengelompokan kosakata, pemilihan makna hingga ke tahap penyusunan kamus. Metode yang digunakan pada studi literature adalah penelitian kepustakaan (Library research) yang merupakan serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang objek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan (buku, ensikolpedia, dokumen, dan jurnal ilmiah). Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari studi literature. Kesimpulan penelitian ini adalah kata/simbol adalah tanda yang menjelaskan acuan/benda melalui adanya makna istilah yang telah disepakati manusia. Acuan/sesuatu/benda yang juga disebut “petanda” <em>(madlul/musyar ilaih) </em>merupakan komponen ketiga yang menjadi bahasan semantik, terutama dalam kaitannya dengan teri ‘segitiga makna’. Acuan adalah sesuatu atau benda yang ditunjuk oleh kata/bahasa, baik sesuatu itu bersifat realistis (hakikat), imajinatif <em>(khayaliyah), </em>maupun ilusi <em>(wahmiyah)</em></p> Lutfiah Hakim Suci Rahmawati Copyright (c) 2023 Jurnal Tsaqqafa 2023-02-27 2023-02-27 1 01 DEFINISI, RUANG LINGKUP AL-DALALAH WA AL-MA’AJIM, DAN KEDUDUKANNYA DALAM LINGUISTIK https://jurnal.uicirebon.ac.id/index.php/tsaqqafa/article/view/199 <p>Lafaz ditinjau dari sisi kebahasan dapat didefinisikan sebagai apa-apa yang dilafalkan dari kalimat, dan sesuatu yang terlontar dari mulut atau lisan, dan bunyi yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah. Metode yang digunakan pada studi literature adalah penelitian kepustakaan (Library research) yang merupakan serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang objek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan (buku, ensikolpedia, dokumen, dan jurnal ilmiah). Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari studi literature. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lafaz adalah sesuatu yang terlahir dari lisan manusia berupa ucapan&nbsp; yang mengandung bunyi dan kebermaknaan. Makna adalah sesuatu yang terkandung dalam ucapan, isyarat, dan tanda.Makna dalam konteks pemakaiannya sering disejajarkan pengertiannya dengan arti, gagasan, pikiran, konsep, pesan, pernyataan maksud, informasi, dan isi. Makna adalah bagian yang tidak terpisahkan dari semanti k dan selalu melekat dari apa saja yang kita tuturkan.</p> Ahmad Yani Luthfiah Hakim Copyright (c) 2023 Jurnal Tsaqqafa 2023-02-27 2023-02-27 1 01 UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN PENGEMBANGAN BAHASA ARAB UNTUK KEEFEKTIFITASAN BELAJAR SISWA KELAS IX MENGGUNAKAN TRANSLATION METHOD DI MADRASAH TSANAWIYYAH https://jurnal.uicirebon.ac.id/index.php/tsaqqafa/article/view/200 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana minat dan perkembangan belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran bahasa Arab. Untuk mengetahui hal itu telah banyak metode maupun media yang cocok dan menarik untuk digunakan, salah satunya menggunakan metode tarjamah atau <em>Translation Method.</em> Dengan menggunakan metode dan media ini, diharapkan mutu atau kualitas pembelajaran meningkat. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi. Sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan tes tertulis. Sumber data dari penelitian ini adalah siswa&nbsp; kelas IX Madrasah Tsanawiyyah. Pembelajaran bahasa Arab menggunakan Translation Method mengalami peningkatan minat belajar. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam menulis, menerjemahkan bahasa Arab.</p> Maspupah Hamam Ja’far Tia Nur Istianah Copyright (c) 2023 Jurnal Tsaqqafa 2023-02-27 2023-02-27 1 01 ILMU BALAGHOH “ Majaz Mursal beserta ‘alaqohnya dan Majaz ‘Aqli” https://jurnal.uicirebon.ac.id/index.php/tsaqqafa/article/view/201 <p>Ilmu balaghah merupakan sebuah ilmu yang mengolah tentang keindahan kata yang mendatangkan makna yang indah dan jelas. Salah satu cabang dari ilmu balaghah adalah ilmu bayan, yakni tentang tasybih, yaitu ungkapan yang di dalamnya terdapat pengertian penyerupaan atau perserikatan antara dua perkara. Selain tasybih termasuk dalam pembahasan ilmu bayan yaitu juga meliputi tentang majaz, dalam hal ini majaz yang merupakan ungkapan yang menggunakan makna yang bukan sebenarnya yang terdapat hubungan diantara makna haqiqi dan makna majazi juga dibagi menjadi dua yaitu majaz mursal dan majaz aqli. Dalam tulisan ini, penulis menjelaskan pengertian dari majaz mursal dan ‘alaqohnya, serta majaz ‘aqli. Tulisan ini melalui proses studi literatur, yang mengkaji topik dibahas dari berbagai sumber literatur. Diharapkan manfaat dari penulisan ini yaitu memberikan parameter sehingga ia bisa membedakan makna satu kata dengan kata lainnya.</p> Anna Nur Fadillah Meirizky Lutpiyah Hakim Copyright (c) 2023 Jurnal Tsaqqafa 2023-02-27 2023-02-27 1 01 Fungsionalisasi Kepemimpinan Pesantren: Perspektif Quran Surah Sad ayat 26 https://jurnal.uicirebon.ac.id/index.php/tsaqqafa/article/view/207 <p>One of the factors supporting the success of managing and empowering Islamic Education institutions including Islamic boarding schools is the leadership factor. The reason is because leadership has a strong driving force to encourage, direct, communicate, and influence the behavior of others to make it more meaningful and functional. In pesantren leadership, this can be realized if pesantren leaders are willing to apply open management and know their function as pesantren leaders. The results of the author's research using the descriptive-quantitative method found data that in this way was apparently able to encourage pesantren residents to work together and work together optimally, actively and effectively. This conclusion is obtained by describing the formulation of the problem whose results are then analyzed and tested using the associative hypothesis. From this, information is obtained that in order for pesantren leadership to function optimally and effectively, pesantren leaders must apply a type of democratic leadership, among which what can be offered is Democratic- Transformative, Democratic-Responsive, and Democratic-Educative.</p> Ahmad Mujtahid Lafif Copyright (c) 2023 Jurnal Tsaqqafa 2023-09-05 2023-09-05 1 01