https://jurnal.uicirebon.ac.id/index.php/tsaqqafa/issue/feed Jurnal Tsaqqafa 2023-09-05T17:50:03+00:00 Aghniawati Ahmad, M.Pd alnaqduiaicirebon111@gmail.com Open Journal Systems <p>Jurnal Tsaqqafa</p> https://jurnal.uicirebon.ac.id/index.php/tsaqqafa/article/view/197 PENATAAN PENYUSUNAN MU‘JAM 2023-02-27T18:05:59+00:00 Luthfiah Hakim elha.hakimah@gmail.com Agus Hidayat Taupik elha.hakimah@gmail.com <p>Kamus (qamus/mu'jam/kamus) adalah kitab yang memuat daftar kosakata dan istilah, baik umum maupun khusus, yang disusun menurut abjad beserta penjelasan makna, penggunaan, pengucapan, pembentukan, padanan lain, atau bahasanya. Kamus bahasa Arab yang diterbitkan dengan berbagai variasi dan karakteristik telah menginspirasi para ahli bahasa untuk mempelajari teknik penulisan kreatif dan edukatif dengan lebih serius. Metode yang digunakan pada studi literature adalah penelitian kepustakaan (Library research) yang merupakan serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang objek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan (buku, ensikolpedia, dokumen, dan jurnal ilmiah). Dapat disimpulkan bahwa leksikografi (al-Mu'jamiyah), di sisi lain, adalah cabang linguistik terapan dan didefinisikan sebagai pengetahuan dan keterampilan membuat kamus bahasa dengan menggunakan sistematika tertentu untuk membuat produk kamus berkualitas tinggi, ramah pengguna, dan komprehensif. Kedua bidang studi ini tidak dapat dipisahkan karena tanpa leksikografi, leksikologi hanya dapat melakukan penelitian teoretis dan melakukan diskusi terkait makna tanpa mampu membuat kamus yang berkualitas.</p> 2023-02-27T17:54:59+00:00 Copyright (c) 2023 Jurnal Tsaqqafa https://jurnal.uicirebon.ac.id/index.php/tsaqqafa/article/view/198 PENGERTIAN MAKNA, SIMBOL DAN ACUAN 2023-02-27T18:06:00+00:00 Lutfiah Hakim elha.hakimah@gmail.com Suci Rahmawati elha.hakimah@gmail.com <p>Perkara yang terdapat di dalam benak disimpulkan sebagai hasil pengalaman yang diolah akal secara tepat. Hubungan antara lafal/bahasa (intra-lingual) dengan sesuatu yang ada di luar bahasa (ekstra-lingual) dikenal dengan teori <em>‘semantic tringle’ (mutsallats al- ma’na)</em>, yaitu segitiga bermakna yang menghubungkan antara 3 aspek dasar. Dalam leksikologi, keberadaan simbol merupakan objek penting yang harus dianalisis dalam mengungkap makna. Pemahaman yang tepat dari seorang leksikologi terhadap makna-makna di balik berbagai macam simbol/kata, sangat diperlukan dalam proses pengelompokan kosakata, pemilihan makna hingga ke tahap penyusunan kamus. Metode yang digunakan pada studi literature adalah penelitian kepustakaan (Library research) yang merupakan serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang objek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan (buku, ensikolpedia, dokumen, dan jurnal ilmiah). Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari studi literature. Kesimpulan penelitian ini adalah kata/simbol adalah tanda yang menjelaskan acuan/benda melalui adanya makna istilah yang telah disepakati manusia. Acuan/sesuatu/benda yang juga disebut “petanda” <em>(madlul/musyar ilaih) </em>merupakan komponen ketiga yang menjadi bahasan semantik, terutama dalam kaitannya dengan teri ‘segitiga makna’. Acuan adalah sesuatu atau benda yang ditunjuk oleh kata/bahasa, baik sesuatu itu bersifat realistis (hakikat), imajinatif <em>(khayaliyah), </em>maupun ilusi <em>(wahmiyah)</em></p> 2023-02-27T17:59:44+00:00 Copyright (c) 2023 Jurnal Tsaqqafa https://jurnal.uicirebon.ac.id/index.php/tsaqqafa/article/view/199 DEFINISI, RUANG LINGKUP AL-DALALAH WA AL-MA’AJIM, DAN KEDUDUKANNYA DALAM LINGUISTIK 2023-02-27T18:06:01+00:00 Ahmad Yani elha.hakimah@gmail.com Luthfiah Hakim elha.hakimah@gmail.com <p>Lafaz ditinjau dari sisi kebahasan dapat didefinisikan sebagai apa-apa yang dilafalkan dari kalimat, dan sesuatu yang terlontar dari mulut atau lisan, dan bunyi yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah. Metode yang digunakan pada studi literature adalah penelitian kepustakaan (Library research) yang merupakan serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang objek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan (buku, ensikolpedia, dokumen, dan jurnal ilmiah). Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari studi literature. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lafaz adalah sesuatu yang terlahir dari lisan manusia berupa ucapan&nbsp; yang mengandung bunyi dan kebermaknaan. Makna adalah sesuatu yang terkandung dalam ucapan, isyarat, dan tanda.Makna dalam konteks pemakaiannya sering disejajarkan pengertiannya dengan arti, gagasan, pikiran, konsep, pesan, pernyataan maksud, informasi, dan isi. Makna adalah bagian yang tidak terpisahkan dari semanti k dan selalu melekat dari apa saja yang kita tuturkan.</p> 2023-02-27T18:02:43+00:00 Copyright (c) 2023 Jurnal Tsaqqafa https://jurnal.uicirebon.ac.id/index.php/tsaqqafa/article/view/200 UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN PENGEMBANGAN BAHASA ARAB UNTUK KEEFEKTIFITASAN BELAJAR SISWA KELAS IX MENGGUNAKAN TRANSLATION METHOD DI MADRASAH TSANAWIYYAH 2023-02-27T18:06:01+00:00 Maspupah fufahkautsar98@gmail.com Hamam Ja’far hamamjafar7@gmail.com Tia Nur Istianah hamamjafar7@gmail.com <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana minat dan perkembangan belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran bahasa Arab. Untuk mengetahui hal itu telah banyak metode maupun media yang cocok dan menarik untuk digunakan, salah satunya menggunakan metode tarjamah atau <em>Translation Method.</em> Dengan menggunakan metode dan media ini, diharapkan mutu atau kualitas pembelajaran meningkat. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi. Sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan tes tertulis. Sumber data dari penelitian ini adalah siswa&nbsp; kelas IX Madrasah Tsanawiyyah. Pembelajaran bahasa Arab menggunakan Translation Method mengalami peningkatan minat belajar. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam menulis, menerjemahkan bahasa Arab.</p> 2023-02-27T18:04:29+00:00 Copyright (c) 2023 Jurnal Tsaqqafa https://jurnal.uicirebon.ac.id/index.php/tsaqqafa/article/view/201 ILMU BALAGHOH “ Majaz Mursal beserta ‘alaqohnya dan Majaz ‘Aqli” 2023-02-27T18:06:02+00:00 Anna Nur Fadillah Meirizky elha.hakimah@gmail.com Lutpiyah Hakim elha.hakimah@gmail.com <p>Ilmu balaghah merupakan sebuah ilmu yang mengolah tentang keindahan kata yang mendatangkan makna yang indah dan jelas. Salah satu cabang dari ilmu balaghah adalah ilmu bayan, yakni tentang tasybih, yaitu ungkapan yang di dalamnya terdapat pengertian penyerupaan atau perserikatan antara dua perkara. Selain tasybih termasuk dalam pembahasan ilmu bayan yaitu juga meliputi tentang majaz, dalam hal ini majaz yang merupakan ungkapan yang menggunakan makna yang bukan sebenarnya yang terdapat hubungan diantara makna haqiqi dan makna majazi juga dibagi menjadi dua yaitu majaz mursal dan majaz aqli. Dalam tulisan ini, penulis menjelaskan pengertian dari majaz mursal dan ‘alaqohnya, serta majaz ‘aqli. Tulisan ini melalui proses studi literatur, yang mengkaji topik dibahas dari berbagai sumber literatur. Diharapkan manfaat dari penulisan ini yaitu memberikan parameter sehingga ia bisa membedakan makna satu kata dengan kata lainnya.</p> 2023-02-27T18:05:35+00:00 Copyright (c) 2023 Jurnal Tsaqqafa https://jurnal.uicirebon.ac.id/index.php/tsaqqafa/article/view/207 Fungsionalisasi Kepemimpinan Pesantren: Perspektif Quran Surah Sad ayat 26 2023-09-05T17:50:03+00:00 Ahmad Mujtahid Lafif ahmadmujtahidlafif@gmail.com <p>One of the factors supporting the success of managing and empowering Islamic Education institutions including Islamic boarding schools is the leadership factor. The reason is because leadership has a strong driving force to encourage, direct, communicate, and influence the behavior of others to make it more meaningful and functional. In pesantren leadership, this can be realized if pesantren leaders are willing to apply open management and know their function as pesantren leaders. The results of the author's research using the descriptive-quantitative method found data that in this way was apparently able to encourage pesantren residents to work together and work together optimally, actively and effectively. This conclusion is obtained by describing the formulation of the problem whose results are then analyzed and tested using the associative hypothesis. From this, information is obtained that in order for pesantren leadership to function optimally and effectively, pesantren leaders must apply a type of democratic leadership, among which what can be offered is Democratic- Transformative, Democratic-Responsive, and Democratic-Educative.</p> 2023-09-05T17:50:03+00:00 Copyright (c) 2023 Jurnal Tsaqqafa